Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Menginformasikan kepada seluruh ikhwan/akhwat dimanapun berada. Alhamdulillah Yayasan Dar el-Iman Padang terus melanjutkan rekontruksi bencana gempa.
105 ribu orang menghadiri acara Tabligh Akbar Bersama Ulama Madinah
Kamis, 21 Januari 2010
JAKARTA - Sebanyak 105 ribu orang menghadiri acara Tabligh Akbar
Bersama Ulama Madinah Syaikh Prof. Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al
Abbad Al Badr. Ketua Panitia Tabligh Akbar Bersama Ulama Madinah, Abu
Abdurrahman Sapta mengatakan, tabligh akbar tersebut merupakan tabligh
akbar yang terbanyak yang dihadiri jamaah. "Sebab pada tabligh akbar
yang pernah diselenggarakan sebelumnya yakni pada tahun 2004 dan 2006
hanya dihadiri sekitar 35 ribu orang. Sehingga saat ini merupakan
tabligh akbar terbesar," katanya di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (
17/1).
Jumlah jamaah yang melonjak tiga kali lipat, kata Sapta, disebabkan
masyarakat sudah familiar dengan Syaikh Rozzaq karena beliau sering
mengisi acara ceramah di Radio Rodja 756 am yang isinya seputar dakwah
Islam, kedalaman ilmu beliau sebagai Guru Besar Jurusan Aqidah di
Universitas Islam Madinah, dan isi ceramahnya yang sesuai dengan
kehidupan saat ini.
AGENDA KEGIATAN DAR EL-IMAN PEDULI BULAN JANUARI 2010
Jumat, 15 Januari 2010
Alhamdulillah, dari hari kehari kegiatan Dar el Iman Peduli semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Ini terlihat dengan banyaknya masyarakat yang meminta untuk mengisi pengajian di Majelis-Majelis Ta'lim mereka. Alhamdulillah sampai hari ini ada sekitar 16 Majelis ta'lim yang tersebar di kelurahan Bungus Barat dan Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Segala puji hanya bagi Allah yang
memiliki seluruh pujian. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang disembah dengan
benar selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan
kepada beliau, keluarga dan para shahabat beliau.
Sesungguhnya di antara sunnatullah
yang berlaku adalah kehidupan ini tidak selamanya berjalan dalam satu kondisi.
Orang yang memperhatikan sejarah umat-umat terdahulu akan mengetahui bahwa
sunnatullah ini tidak berhenti. Umat demi umat musnah, digantikan umat yang
lain. Beberapa individu lahir dan yang lainnya meninggal. Kemenangan dan
kekalahan, kemuliaan dan kehinaan, kekayaan dan kemiskinan, kelapangan dan
kesempitan, kesehatan dan sakit, serta kesedihan dan kebahagiaan senantiasa
bergulir silih berganti.