Wednesday , December 12 2018
Latest Post
Home / Berita / Kunjungan Kepala Polisi Sektor Nanggalo ke Yayasan Dar el-Iman Padang
Kunjungan Kepala Polisi Sektor Nanggalo ke Yayasan Dar el-Iman Padang

Kunjungan Kepala Polisi Sektor Nanggalo ke Yayasan Dar el-Iman Padang

Dar el-Iman.or.id, Pada hari Jum’at tanggal 15 Rabi’ul awwal 1440 H bertepatan dengan tanggal 23 November 2018, Yayasan Dar el-Iman Padang mendapat kunjungan kehormatan dari Bapak-Bapak Polsek Nanggalo Kota Padang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Nanggalo Bapak AKP Ridwan dan ditemani oleh Kanit Bimas Bapak Ipda Abdullah dan  beberapa orang Jajaran Bhabinkamtibmas.

Tujuan kunjungan jajaran Kepolisian Sektor Nanggalo ini adalah untuk bersosialisasi tentang permasalahan umum kemasyarakatan,  menanyakan kendala-kendala dalam  berdakwah serta penyatuan visi dalam menolak paham-paham radikalisme yang marak berkembang belakangan ini dan mengatasnamakan ajaran Islam. Bapak Kapolsek sangat mengapresiasi cara para asatidz Dar el Iman yang menyebarkan da’wah dengan penuh kelembutan dan memegang teguh ajaran Al Quran dan As Sunnah.

Pengurus Yayasan Dar el Iman, Ustadz Ridho Handika dan Ustadz Rizki Dasril yang saat ini mewakili Ketua Yayasan Ustadz Muhammad Elvi Syam Lc, MA, – yang sedang berada di Palu – mengaminkan pernyataan Bapak Kapolsek dan sangat senang dengan dukungan pihak jajaran kepolisian dalam pengembangan da’wah dan  mewujudkan lingkungan masyarakat yang agamis.

Bapak Kapolsek juga berbagi informasi mengenai bahayanya  demonstrasi-demonstrasi terhadap pemimpin yang mana belakangan ini marak terjadi diberbagai tempat.

Hal ini sangat rentan untuk ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah-belah kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Himbauan dari pihak kepolisian ini sangat erat kaitannya dengan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” [An-Nisaa: 59]

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَطاَعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ.

“Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiyat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan”

Dihadist lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ.

“Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak boleh taat.”

Apabila mereka memerintahkan perbuatan maksiat, saat itulah kita dilarang untuk mentaatinya namun tetap wajib taat dalam kebenaran lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

…أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ آمَرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ…

“…Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi, tetaplah mendengar dan mentaati, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak hitam…“

Ahlus Sunnah memandang bahwa maksiat kepada seorang amir (pemimpin) yang muslim merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَطَاعَنِيْ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيْرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ عَصَى أَمِيْرِي فَقَدْ عَصَانِي.

“Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada amirku (yang muslim) maka ia taat kepadaku dan barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku.”

Setelah mendengarkan berbagai penjelasan dan dalil-dalil tentang kepemimpinan, Jajaran Polsek Nanggalo terlihat merasakan kesejukan yang dalam, dan semakin yakin dengan Yayasan Dar el-Iman yang selalu mengrdepankan kelembutan, anti anarkis serta sangat menghormati Pemimpin.

Sesi terakhir pertemuan ini adalah foto bersama seluruh Jajaran Kepolisian Polsek Nanggalo dan Pihak Yayasan Dar el-Iman.(FP)

About dareliman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »
Read previous post:
Kegiatan Penunjang Tema ” Toge Sayuran Kaya Manfaat Karunia Allah An-Naafi”

“Sehari Bersama Makanan Olahan dari Ikan”

Pembebasan Tanah Wakaf Islamic Center Dar el-Iman

Close